15 Oktober 2006

Memaksakan Diri menjadi Seorang Web Designer

Ga tau harus gimana memulai tulisan ini, yang jelas ini muncul sendiri dalam
benakku setelah dalam beberapa hari ini aku mulai kehabisan ide untuk mendesain
tempete ( PR dari Bunda Radith).
Yah dengan berbagai kebingungan dan sedikit ide akhirnya aku putuskan untuk
membuatnya dan menyelesaikannya (gak tau apakah bunda puas apa nanti ada complain
ya?). Templete buat bunda kali ini aku beri nama Confuse dan dengan komposisi
warna yang terlihat semau gua dan juga bentuknya yang ga jelas arahnya mau kemana,
tapi ya itulah desain yang bisa aku buat kali ini karena memang hanya ide itu
yang bisa keluar kali ini.(kalaupun di jual mungkin kaga ada yang mau beli,
ha;ah dodolan maneh).


Memang aku sadar bahwa pengetahuanku tentang seni design sangat minim dan jika
dilihat dari latar belakang pendidikanku saja juga sangat bertolak belakang,
karena aku hanyalah seorang matematikawan (narsis mas) yang tersesat di dunia
IT (halah ngomong opo iki). Aku kuliah empat tahun dua bulan di Matematika MIPA
(Unej) yang tiap harinya di kasih materi yang
bisa dibilang cukup membosankan bagi setiap orang (kok bisa masuk jurusan matematika),
belum lagi rumus rumus, teorema dan masih banyak lagi yang membuat pikiranku
jadi mumet setiap kali ada ujian. Tapi beruntung aku bisa selesain kuliahku.


Bagaimana aku mengenal dunia IT juga ga lain karena waktu kuliah banyak bersinggungan
dengan komputer, dimana setiap ada matakuliah Algoritma dan Pemrograman (sampe
ngulang dua kali masih aja di kasih nilai BC) harus sibuk ngutek-utek program,
dan kalau ga ada jam kuliah menghabiska waktu di Lab untuk benerin program,
karena di Retalan ga ada yang pasang program TP (Turbo Pascal). Belum lagi mata
kuliah lain yang mengharuskan pakai program Maple, Matlab, Minitab dan masih
banyak program lain yang harus di pakai. Apalagi waktu bikin skripsi, tiap hari
aku selalu ngutek-utek si Borland Delphi dengan pengetahuan yang minim dan juga
buku pinjaman dari temen (thank ya Krar untuk pinjaman bukunya) akihrnya kelar
juga program yang aku buat dan juga hasil akhir yang cukup memuaskan aku dapat
nila A (halah narsis lagi), karena memang si Dosen-dosen ga bisa bahasa Delphi
jadinya aku yang menguasai situsasi waktu ujian.


Loh kok lama-lama ga nyambung sama judul di atas, nah kalau gitu kembali sama
judul posting kali ini.


Karena senangnya aku dengan Compi dan utak-atik program maka aku memutuskan
untuk belajar tentang pemrograman. Tapi setelah aku ngomong-ngomong dengan Mas
Sandi (Admin Lab Komputer Matematika Unej) yang belakangan aku ketahui dia suka
sekali dengan yang namanya desain Web, dan beliau ini yang mendesain dan membangun
Web Unej. Gini katanya "Gung kamu bisa bikinWeb ga?" Aku jawab "halah
Mas aku ga sempet belajar bikin web dan aku lebih suka belajar programming mas.",
"gini Gung, aku kemarin ketemu sama temenku yang programer, dan ketika
aku liat dia banyak perubahan dan yang paling menonjol adalah wajahnya kelihatan
lebih tua dari usianya." kata mas Sandi. Lalu aku pun berkesimpulan bahwa
seorang programer itu banyak memikirkan script dan itu yang membuatnya kelihatan
cepet tua . Dan mas Sandi menimpali, "mending jadi Web Designer Gung, kerjanya
enak cuman bikin desain web, berkreasi sama seni dan juga keahlian scripting."
wah menarik tuh kataku.


setelah bincang-bincang itu aku juga masih mempunyai keinginan menjadi programer
tapi ga menutup kemungkinan buatku untuk belajar desain web. Untung aku punya
temen yang demen banget sama yang namanya Web Desain. Dia yang ngajarin aku
gimana caranya bikin web dengan Photoshop, dan dia juga dulu yang ngajarin aku
caranya berselancar di dunia Maya. Dengan sedikit pengetahuan dan copy buku
dan majalah komputer aktif akhirnya aku belajar bikin web dan mempelajari tentang
CSS. Dan CSS ini juga yang membantu sekali dalam mendesai templete-templete
yang aku buat.


Karena keinginan yang kuat dan pengen bisa maka aku coba dengan cara tryil
n error
dan juga mencomot CSS-nya orang lain buat di utak-atik, dan akhirnya
aku mulai paham dengan yang namanya CSS. Tapi dari semua itu aku masih belum
punya kemampuan yang cukup untuk mendesain karena pengetahuan dan keahlian dalam
menggambar dengan Photoshop yang masih minim, apalagi masalah komposisi warna.
dan jika dilihat dari templete yang aku buat emang ga ada aliran yang jelas
dalam desainnya dan juga aku masih sering bertanya-tanya sama si Non yang udah
banyak kasih masukkan tentang komposisi warna, dan mungkin juga dia yang paling
cerewet dalam hal warna.


Tapi yang jelas sampai saat ini aku udah berusaha untuk mendesain sesuai dengan
keinginanku dan daya kreasiku.Dan yang jelas aku harus lebih memaksakan diriku
untuk lebih banyak berkreasi lagi dalam mendesain.


NB: Untuk Ciedo Sorri aku belum
sempat utak-atik PR darimu.

2 comments:

Nur hayati mengatakan...

Tengkyu ya Gunk, u/ design templatenya. Samapi saat nie diriku Puas kok dgn designnya. Ntar klu adah masalah baru deh
di compalin :)

deeAry mengatakan...

wah meredah deh... awas kelelep om..
wong karyanya bagus dan top abis gitu! selamat datang di dunia webdesign :)

 
;