Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
28 Juli 2007 3 comments

Maaf

Dalam dinginnya pagi yang menusuk sampai kedalam tulang. Perlahan kumulai bangkit dari tidurku, sesaat ku teringat padamu yang ada disana. Kau yang penuh cinta dan keteladanan. Yang mengajarkanku untuk tak pernah menyerah pada waktu, dan nasib. Begitu keras berusaha menjadikanku yang terbaik. Maafkan aku yang saat ini belum bisa mendampingimu, untuk memberikan yang terbaik bagimu. Mengharumkan namamu dan membalas semua jasamu yang tak pernah kau minta. Inginku menangis, tapi airmata takkan mambantu, hanya doa yang bisa terucapkan dari dalamnya hati ini. Betapapun sulitnya semua ini Kau yakinkan aku akan mampu melaluinya. Ya Rob, berikanlah yang terbaik untuknya. dan berikan waktu untukku memberikan yang terbaik untuknya.

Sagaranten, Sukabumi, Jawa Barat
26 Juli 2007. 05:32
0 comments

Disini Menunggu

Betapa Bekunya Hatimu
Atau Keras Kepalanya diriku

Biarkan Ku tuk terus menunggu
Dalam relung sepiku

Walau waktu terus berputar
Ku Kan terus menunggu

Senyummu, Manjamu dan Hangatnya Sinar Kasihmu.


Sagaranten, Sukabumi, Jawa Barat
25 Juli 2007, 21:26 WIB
14 Juni 2007 9 comments

Komitment untuk memperkuat refleksi dan inspirasi diri

sebuah kapal berlayar dari arah timur
dan yang kebarat adalah kapal yang lain
saat angin sepoi-sepoi yang sama berhembus
arah layarlah yang menentukan kemana kapal melaju,
bukannya angin.

saat badai mengamuk, hanya layarlah yang menentukan
apakah kapal tersebut terus apa bertahan
saat pergumulan hidup serba tidak pasti
saat kekurangan diri semakin terasa membebani
hanyalah layar sikap kita yang menentukan kemana arus melangkah
dikutip dari buku "Fulfilling Life"

Dalam hidup terkadang kita mempunyai banyak impian, namun terkadang hantaman badai realita sering kali merubah arah perjalanan hidup kita. Teringat beberapa kata-kata wejangan dari seorang bapak-bapak yang aku jumpai di taman Gunung Agung di jalan Kwitang senen. untuk bertahan hidup disini kamu musti :
  1. Ikhtiar (terus berusaha untuk mengejar mimpimu)
  2. Ikhlas (apapun hasil yang kau peroleh kamu harus ikhlas untuk menerima hasilnya)
  3. Komitmen (fokuslah pada satu mimpi dulu, agar kamu tak terombang-ambing badai realita yang bisa merubah arah mimpimu)
Bagaimana menurut anda?
31 Mei 2007 11 comments

Untuk Semua Yang Pernah Merasakan Cinta

Semua orang pernah mengalami apa itu cinta, dan akupun juga sama berikut ini adalah beberapa kalimat-kalimat yang aku temukan dalam sebuah disket usang di kamar Asrama waktu aku masih mahasiswa. Mungkin akan bearmanfaat bagi semua.

1.Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

2.Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

3.Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya.…

4.Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".

5.Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

6.Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

7.Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

8.Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

9.Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi...

10.Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

11.Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses >pencarian itu.

12.Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya, Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting. "Doing what you like is freedom. Liking what you do is happiness."
24 Mei 2007 20 comments

Mengenangmu Indah

Saat bulan kembali muncul dari persembunyiannya, dan matahari telah terlelap di balik malam yang pekat. Rasa kantuk mulai datang menyergap, diantara penat dan lelah yang menyelimuti jiwa ini. Perlahan ku mulai merebahkan badanku, membiarkan jiwa yang lelah ini mulai berkelana di alam bawah sadarku, terpejam mataku sembari memasuki dunia mimpi, dunia lain yang selalu bersamaku di antara lelap tidurku.

Disini, aku mulai melepaskan semua rasa lelah ini, dan kembali terbuai dalam kesegaran yang telah hilang di dunia nyata. Kulihat kau di sana, tersenyum dengan penuh pesona, sebuah senyuman yang penuh arti. Masih seperti 14 bulan yang lalu, saat terakhir kita bertemu. Tak satu katapun terucap dari bibirmu, tapi sorot matamu mampu mewakilinya, menceritakan sebuah cerita bahagia. Tanpa kata, tapi aku bisa mendengarnya. Dalam sekejap semuanya menjadi indah, dunia terlihat penuh warna, burung-burungpun seolah mengerti rasa ini sembari bersenandung lagu-lagu cinta yang penuh dengan romansa. Matahari dan seluruh alampun tersenyum, seolah membalas senyuman terindah yang kau berikan untukku.

Akupun tersenyum, mencoba memberikan yang terbaik. Namun perlahan kau mulai menjauh, seolah duniapun mulai berjalan dengan gerakan slowmotion bersama denganmu yang semakin lama tersamar dalam bayangan dan mulai menghilang. Burung-burungpun berhenti bersenandung, keceriannnya pun menghilang seperti dunia yang penuh warna mulai menjadi buram dan semakin lama menjadi gelap, pekat seperti malam tanpa bintang dan bulan yang bersembunyi di antara awan hitam.

Tersentak aku seketika, perjalananku di alam bawah sadarku mulai kembali ke dunia nyata, rasa penat dan lelahpun kembali berputar-putar menyelimuti seluruh tubuhku, semua rasa kantukpun berlarian menjauh dari kedua mata ini. Akupun tersadar, ini hanyalah mimpi, ya hanyalah mimpi.

Setelah semua jiwa yang berkelana dalam dunia indah dan penuh keajaiban kembali kedalam raga yang lelah ini. Otak kecilkupun mulai berfungsi, dan semua sel-sel syarafpun berlarian kesana kemari seolah membongkar memori yang telah lama bersembunyi bersama file-file lain yang telah aku coba delete dalam hardisk yang tertanam di kepalaku. Proses loadingnya pun tak terlalu lama, semua mozaik-mozaik cerita lalu kitapun mulai tersusun rapi seperti deretan film rol yang siap diputar di layar bioskop. Perlahan movie 5 tahun kisah perjalanan kita mulai dimainkan, dengan iringan lagu klasik yang menceritakan romansa kita. Mulai dari awal perjumpaan kita, sampai kepingan terakhir perjalanan cinta kita. Sebuah cerita yang aku harap berakhir dengan happy ending, tapi semua tak seperti mimpi kita bersama.

Kau dan akupun tahu, kisah ini harus berakhir dengan sebuah perpisahan. perpisahan yang tak pernah kita inginkan. Walau aku menganggap perpisahan dulu itu adalah luka, tapi semua ini adalah kepingan hidup yang harus kita jalani bersama. Dan sekarang semua luka ini telah membuatku menjadi tegar, untuk terus menjaga rasa ini, di sudut ruang hatiku yang paling terdalam. Aku pun kembali bersama mimpi-mimpi baru, karena aku memang seorang pemimpi. Bersama semua kenangan ini aku kembali menggapai mimpi, dan ternyata mengenangmu itu indah, seindah namamu.

Tulisan ini mungkin tak kan pernah kau baca, tapi tulisan ini aku buat untuk mengenangmu .
14 Maret 2007 2 comments

Suara Itu

Suara itu yang bisa membangunkanku dari mimpi
Suara itu yang selalu menjadi semangat dalam hidupku

Saat aku lelah suara itu yang mengobarkan jiwaku
Meluruskan semua tujuan hidupku

Apa yang membuatku tetep semangat di pagi hari hanyalah suara itu
Yang kuinginkan saat ini adalah mendegar lagi suara itu,
selamanya sepanjang masaku

Suara itu, Hanya Suara itu,
Akankah bisa selalu bersama ku
menemani pagiku
dan mejadi semangat baru buat menghadapi hidup ini

Suara itu akan lebih sempurna dengan senyuman itu
Aku rindu suara itu
09 Maret 2007 1 comments

Alhamdulillah Sakit Juga

Kemarin hari kamis aku masuk kerja seperti bisa dan coba untuk gak berangkat pagi-pagi amat, sesampai dikantor langsung aja nimbrung sama orang-orang instalasi yang mau berangkat ke Cilegon dimana aku yang jadi team survey kesana. Setelah beberapa saat aku naik ke lantai empat dan disana ikutan si Bos buat instalasi jaringan listrik diatas. tiba-tiba aja perut mules-mules dan langsung aja aku ke kamar mandi dan akhirnya...(XX..XXX) aku tahu bahwa aku kena diare (mencret). sampai 3 kali keluar masuk kamar mandi. terus si boss kasih obat buat diare eh malah jadinya setelah minum malah badan rasanya meriang dan panas dingin gitu.

setelah beberapa saat aku tunggu ga reda juga panas dinginnya langsung aja aku minta ijin buat pulanh tapi aku juga mau balikin tools suevey kekantor lama dulu dan si boss kasih ijin (untung dikasih). sampai di rumah langsung aja minum obat masuk angin dan juga obat diare gitu. habis itu dibuat tiduran dan akihrnya dikerokin sama mas biar cepet reda. sorenya masih aja demam tapi karena pengen cepet sembuh ya dipakasain buat makan yang banyak dan minum serta minum obat anti demam gitu. alhamdulillah sekarang udah sembuh deh dan bisa masuk kerja lagi.

Saat sakit memang gak menyenangkan tetapi sakit itu membuat kita jadi bisa bersyukur akan nikmat sehat, serta itu tandanya Allah masih sayang pada kita, jadi saat sakit kita ucapkan Alhamdulillah dong (itu pelajaran yang diberikan oleh Saudara Agus).
24 Februari 2007 2 comments

Menjadi Bahagia

Sabtu lalu aku menyempatkan diri untuk Kopdar dengan Saudara yang satu ini, setelah hampir dua bulan tinggal di Jakarta dan udah janjian buat ketemuan tetapi alhasil baru kesampaian sabtu kemarin. Sesampai di Depok aku dijemput di terminal dan disambut kaya tamu Agung :D.
Setelah berbincang-bincang beberapa saat dan banyak berdiskusi akhirnya terlontar satu pertanyaan yang membuat aku bingung.
Hal apa yang membuat kamu bahagia?

aku berpikir untuk waktu yang cukup lama juga dan akhirnya tidak menemukan jawaban yang pasti karena aku bingung soalnya selama ini banyak hal yang membuat aku bahagia (hee..). so buat anda 5 hal apa yang membuat anda bahagia?
dan satu lagi pertanyaan yang musti di jawab nih!
apa yang anda pilih?
1. hidup bahagia
2. hidup biasa asal tidak menderita.


sekali lagi coba renungkan..

NB:buat Saudaraku terima kasih banyak ilmunya dan juga foto si kecil ternyata udah di pasang di Blog ya?
13 Februari 2007 6 comments

WRONG

...
WRONG....
WRONG....
n
WRONG....


Kamu ..... Salah.....

Sekali lagi kenapa musti harus Salah begini ...

#@#!!!xxx
..
10 Februari 2007 0 comments

Water Problem

Jakarta Oh Jakarta.
Gak tau kenapa tetapi hal ini yang aku alami selama di Jakarta
1 minggu pertama tinggal di Jakarta mendadak air PDAM mati dan aku harus ga mandi selama 1 hari dan kalaupun ingin mandi musti nimba air (padahal di kampung aku ga pernah nimba air).

1 bulan di Jakarta kena banjir, walah-walah bikin mumet juga (padahal terakhir kali aku kebanjiran di kampung adalah pas aku kelas 2 SD).

Air memang menjadi masalah di sini, kalau lagi ga ada jadi masalah dan kalaupun kelebihan makin jadi masalah besar : D
03 Februari 2007 4 comments

Rindu Pada Malam

Duhai KEKASIH sejati

aku rindu pada Malam-malam itu.

aku ingin mengulangnya kembali

hanya berdua dengan MU

Bangun kan aku dari tidurku

walau rasa capek dan penat menyelimutiku

ingatkan aku akan waktu yang terus berputar

dan masa yang takkan terulang.

Duhai KEKASIH yang menyayangiku

jadikan aku rindu pada Malam

rindu saat berdua dengan Mu

mengadukan semua permasalahanku

dan mampercayakan semuanya kepada MU

duhai KEKASIH

sungguh malunya diriku

yang semakin menjauh dari malam-malam itu.

2 comments

Satu Tahun Bidadari Kecilku

Dini Nur Febriyanti, itu adalah nama yang aku berikan untuk bidadari kecil ini,arti dari nama ini adalah Cahaya di awal bulan Februari. Entah kenapa nama ini yang dipilih sebagai namanya, mungkin karena mbak percaya padaku. Dan sekarang adalah tepat satu tahun usia si bidadari kecil ini.

Maafkan Om yang ga bisa mendampingimu lagi ya ning kecil.
29 Januari 2007 5 comments

Ya Rob

Ya Rob

Maafkan Hambamu ini

yang tak pernah bisa merasa bersyukur atas semua nikmatMu,

yang hanya bisa mengeluh...

Ya Rob

Jadikan aku sebagai hambamu yang bisa mencintaiMu sepenuh hati

yang selalu brsyukur atas semua nikmatMu

Ya Rob ajarkan aku apa itu Cinta Sejati,

Cinta yang bisa membawaku ke JalanMu

Yang membuat semua kata-kata yang keluar dari mulutku hanya untuk mengagungkan namaMu.

Ya Rob,

Ingatkan aku bahwa semakin sedikit waktuku

dan tak mungkin bisa aku putar kembali.

Ya Rob, maafkanlah hambaMu ini...

10 Januari 2007 5 comments

Urban Life


Jakarta adalah tempat tinggal baruku. Tepatnya 4 hari lalu aku mulai tinggal di sini. Sebuah Kota yang besar yang terlihat gemerlap dimata orang-orang kampung (like me : P), yang menarik minat orang-orang desa untuk melakukan urbanisasi. Di sini aku memulai kehidupan baru di awal tahun, bekerja dengan orang-orang baru dan juga pekerjaan baru yang bukan bidangku (but i like this jobs). Sekarang aku kerja di bidang telekomunikasi, tepatnya sebagai surveyor site planing. Banyak hal-hal baru yang aku pelajari disini dan keahlianku selama ini ga ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaanku yang sekarang.

Di awal kerja (masih training) aku harus belajar membaca Peta (senjata utama seorang surveyor). padahal dulu saat masih SMP aku paling ga bisa dan gak suka dengan pelajaran Geografi, dan sekarang harus belajar membaca peta, mulai dari skala 1:25.000 dan juga 1:50.000, membaca garis lintang dan juga garis Bujur. belum lagi membaca kontur permukaan bumi yang kelihatan kata benang kusut aja (bisa-bisa mata makin minus aja). Di hari kedua masih membaca peta dan ploting area untuk menetukan pat los dari tiga site, dan akhirnya aku harus lembur untuk bikin repotnya (bener-bener repot ya : D ). dan di hari ketiga kita melakukan simulasi untuk mencari lokasi dengan menentukan koordinatnya dari peta. Dengan bantuan GPS, altimeter dan juga kompas aku dan teman2 satu tim muter-muter Monas untuk mencari titik yang udah ditentin di Peta, padahal titiknya ada di Jalan Merdeka tepatnya di kawasan yang di Jaga Polisi dan kita ga diperbolehkan masuk karena ga ada surat Tugas dan juga bawa alat yang aneh2 yang bikin polisi bertanya-tanya (ini alat apaan, mau pasang Bom ya?).

Bekerja di tempat baru ini lain dari kerjaan lamaku. Disini rekan-rekan kerjanya asik-asik, seneng guyonan dan juga ga kelihatan ada batasan antara manager dan orang2 rendahan. Semua bekerja sama dengan baik. Di kantor masih kaya orang kampung masih banyak pakai bahasa Jawa dan aku adalah termasuk golongan suku yang minoritas, karena kebanyakan yang bekerja adalah orang Palembang (termasuk Big Boss) dan juga orang Sunda.

Yang jadi masalah sekarang adalah aku gak bisa Online di Kantor karena memang gak dapat jatah komputer dan koneksi internet, jadi gak bisa Blogging dan juga buatin templete lagi, mudah-mudahan bisa beli komputer sendiri deh buat bikin templet lagi.
28 November 2006 1 comments

Elementary School Memories

SDN Negeri Kepatihan Kabupaten Bojonegoro adalah tempat aku memulai mengenal apa yang namanya pendidikan yang sebenarnya, sudah lama juga aku gak berkunjung ke Sekolah ini, dan baru kemarin siang aku kembali menunjunginya setelah tiga belas tahun aku lulus dari jejang pendidikan pertama di negeri tercinta ini. Kenapa aku harus kembali ke skolah ini adalah untuk meminta ligalisir ijazah SD yang di minta oleh kantor dengan alasan hanya untuk verifikasi data tenaga honorer di Kantor.

Udah dulu ah prolognya yang bakalan bikin malas membacanya.

Saat aku masuk ke Sekolah ini sudah banyak perubahan yang terjadi dimana bangunan sekolahnya sudah berubah 100% dan itu yang membuat beberapa kenanganku bersama sekolah ini mulai hilang. Yang teringat hanyalah sisa-sisa cerita masa lalu. Beberapa saat aku bercakap-cakap dengan Bapak Kepala Sekolah yang baru tiga tahun ini menjadi kepala sekolah di sekolahan ini tiba-tiba datang seorang gadis cilik yang bertanya Pak, Bu Guru Aniknya ada? Dia ingin lapor bahwa ada temannya yang bertengkar dan salah satunya di gencet sama meja. Mendengar laporan itu aku jadi teringat kejadian beberapa tahun yang lalau saat itu kira-kira aku masih duduk di bangku kelas 3. Dimana saat itu aku cukup bandel juga di Sekolah, dan suka berkelahi dengan teman-teman sekelas. Sampai-sampai aku harus di hukum berdiri dengan satu kaki sambil menjewer telinga sendiri di ruang kepala sekolah sampai satu jam pelajaran selesai dan juga harus membuat tulisan:

Aku tidak akan berkelahi lagi dengan teman sekelas

Sebanyak 1000 kali. Walau demikian itu juga tidak membuatku kapok (jera) untuk mengulanginya lagi (dasar bocah mbeling, ora duwe kapok). Dengan berbagai alasan aku memang sering kali berkelahi dan itu juga membuat ku cukup bangga untuk menjadi jagoan (dasar anak kecil) di sekolah.

Masih banyak kenangan lainnya yang semakin terlintas di pikiranku dan itu membuatku tersenyum sendiri mengingat betapa bandelnya aku. Mudah-mudahan saat aku punya anak nanti gak sebandel aku saat disekolah nati.
15 November 2006 4 comments

Oleh-oleh dari Jakarta

Sebenarnya udah tiga hari ini aku ada di rumah, cuman belum sempat tulis posting karena ada banyak alasan yang buat aku jadi tunda menulis kisah dari Jakarta ini. Berhubung sudah ada beberapa dari kalian yang bertanya-tanya jadinya aku sempat-sempatin buat nulis juga (halah sok juga loe, bilang aja lagi males).

Minggu sore jam 16.14 (waktu Jakarta) aku berangkat dari Stasiun Senen naik kereta Kerta Jaya dengan ongkos tiket.44 ribu rupiah. Tiket kereta udah aku beli jam 1 siang takutnya ga dapet tempat duduk kaya kemarin waktu berangkat. Kalau berangkat dulu aku naik kereta yang agak bagusan (Gumarang), dengan harga tiketnya 3 kali lebih mahalan dari yang sekarang. Saat beli tiket ketemu sama orang jawa timur juga, dia tanya mas mau ke Jawa ya? ( menoleh ke belakang sambil garuk-garuk kepala dengan Mode Lemot On). Nah loh ini kan juga ada di Pulau jawa juga ya, kok orang jakarta selalu ngga mau ngaku kalau Jakarta itu juga ada di Jawa (walah-walah) pikirku.

Halah ceritane ga jelas alure, yo ben ora opo-opo, sing penting nulis wae , lah wong iki blog-blogku dhewe, yen ono sing protes ben nulis nang komentar wae.

Balik lagi ke kereta, tepat jam 16.05 waktu sono (halah gayane ngomong katut wong jakarta padahal cuman seminggu nang kono), kereta udah datang, karena memag jarang banget pergi naek kereta aku tanya pada orang PJKA kalau tiket ini untuk gerbong berapa, dak taunya aku dapat gerbong 10, yaitu gerbong 2 dari belakang, padahal aku udah nunggu di depang gerbong dua, jadinya harus jalan lagi ke belakang sambil bawa tas yang penuh gombal sing durung di umbah (dasar males) dan juga satu kardus oleh-oleh buat orang rumah yang di kasih sama mbak. Udah nyampek di gerbong sepuluh aku cari tempat duduku, ga taunya udah ada orang yang pakai, dan kasihan banget ternyata nenek-nenek. Aku cuman bisa tanya sama orang yang ada disebelahnya, eh ga taunnya si nene itu ibunnya dan juga dia masih ngurus tempat duduknya yang juga ditempatin orang yang salah gerbong, (halah tibake yo podho wae).

Setelah dapatin kembali tempat duduku, akhirnya bisa nyatai sambil coba beramah-ramah sama teman seperjalanan, karena yang duduk disebelahku adalah bapak umur 50 tahunan gitu dan yang didepan juga nenek tadi dan anaknya yang juga udah bapak-bapak. Sambil ngobrol ternyata bapak yang disebelahku juga orang Bojonegoro, cuman dia tinggal di Kecamatan Padangan yang letaknya lebih dekat dengan Cepu(jawa tengah), jadinya di turun di stasiun Cepu saja. Sambil ngobrol dia cerita kalau baru datang tadi pagi dan sore itu juga pulang kerumah lagi, Culik mawon Mas, lha wong teng griyo taksih katah tanggungan (ga nginep mas, soalnya di rumah masih banyak tanggungan kejaan) katanya. Alasannya ke Jakarta adalah cuman untuk ngater anaknya yang terakhir yang cuman lulus MTs saja (yang penting udah ngikutin pemerintah yaitu wajib belajar sembilan tahun, itu saja udah cukup berat bagi dia) dan udah tiga tahun nganggur di rumah, kebetulan kakaknya yang di Jakarta butuh tenaga buat bantu di warung sotonya.

Lain lagi denga nenek yang di depanku, karena ga bisa ngomong Jawa dan Juga bahasa Indonesia, maka aku cuman ngobrol sama anaknya, dari ceritanya aku baru tahu kalau mereka adalah tiyang Medunten /orange medure (orang madura). Tujuannya adalah ke bangkalan Madura,jadi mereka harus turun stasiun Pasar Turi. Alasannya pulang adalah cuman untuk ngaterin ibunya (nenek itu) yang udah tiga bulan datang ke Jakarta yang cuman pengen tau gimana bagusnya Kota Jakarta apa kaya yang di tipi-tipi iku, eh ternyata katanya Jakarta ga lebih bagus dari Bangkalan (nah loh, lah wong di Cuma taunya kampung tempat anaknya tinggal di Jakarta yang rata-rata juga di huni orang2 madura yang kerja kasaran saja).

Ternyata macem-macem alasan orang datang ke Ibukota, yang kata orang-orang itu mudah banget buat cari kerja, jadinya banyak orang-orang yang berbondong-bondong urbanisasi ke Kota walaupun tanpa punya skill yang memadahi, dan akhirnya cuman jadi orang-orang yang tersisih di Kota yang keras ini. Bagaimana dengan kisahku di Jakarta ya? Apakah aku berhasil hunting kerjanya , waaupun cuman seminggu di belantara ibukota, nantikan aja kisahnya di posting berikutnya aja. (to be continue)

NB:
Sesampai di rumah tepat pukul 05.45 dan langitpun cukup terang pagi itu, tapi aku punya oleh-oleh yaitu Kena Masuk angin gara-gara angin di kereta cukup kancang dan jendelanya ga bisa ditutup lagi. Dengan kondisi yang ga enak bodi akhirnya aku berangkat ngantor lagi, dengan pasang muka cuek, dan pura-pura ga pernah ambil cuti. Karena masih merasa teler, aku putuskan untuk pulang diam-diam waktu jam istirahat siang, sampe dirumah minta kerokan sama Ibu (dasar wong ndeso, nek masuk angin yo cukup dikeroki wis cepet waras). biar besok bisa vit lagi untuk kerja.

Yang Jelas Aku Minta DOA dari temen-temen semua biar bisa di terima di kerjaan yang baru, amin. Makasih buat semuanya dan juga si Non yang udah mastiin aku ini adalaoh orang yang ga a ware, lewat tulisan ini aku pengen berubah untuk jadi lebih a ware terhadap lingkungan sekitarku. : >
05 November 2006 7 comments

Sego Pecel Mbok Wanti

Isuk-isuk wetenge wis lue, opo maneh mau bengi lali ora mangan dadine saiki uwis lue banget. Arep sarapan tibake nang omah iyo durung mateng segone. Timbangane wetenge lue mending golek sarapan nang enggone Mbok Wanti, Sarapan Sego Pecel Om.



Halah mau posting opo iki kok dadi mbulet-mbulet nganggo bhoso Jowo Maneh (Sepurane Yo kanggo sing ga ngerti Boso Jowo).

Ya begitulah kira-kira kondisiku tiap pagi mesti merasa lapar (dasar ngragas) kalau semalaman begadangan, ga jelas mikirin opo ae. Kalau udah lapar dan masakan ibu belum kelar pasti larinya beli Sarapan di warungnya Mbok Wanti dengan menu tetap yaitu Sego Pecel atau juga bisa pakai Lontong jadinya Lontong Pecel. Menu sego pecel ini cuman dengan lauk kripik tempe sama peyek kedelai di tambah lagi dengan pecel dan kulup kangkung ples Sayur Lodeh(walah ueanak tenan Cah-cah). Cuman Sewu Mangatus wis wareg maneh (Cuman Seribu Lima Ratus udah kenyang).

Sarapan Sego pecel di Warungnya Mbok Wanti ini udah lama banget saya lakukan, udah semenjak duduk di bangku TK, sampe Lulus SMP (mulai harganya cuman Rp. 100 sampai Rp.750 satu piring). Saat SMU udah nggak lagi soalnya tiap Pagi Ibu udah masak buat sarapanku. Jadi kira-kira udah hampir setiap pagi aku pasti sarapan nasi pecel dan yang aku heran kenapa aku kok ga bosen-bosen sarapan pakai sego pecel. Sempat saat kuliah dulu aku kangen sama Nasi Pecelnya Mbok Wanti dan akhirnya aku cari Nasi Pecel Madiun tapi rasanya ga bisa nyamain cita rasa Sego Pecelnya Mbok Wanti.

NB: Bagi yang mau ngrasain rasa sego pecel ini boleh mampir deh di rumah, thanks banget buat mbok wanti yang masih eksis jualan Nasi Pecel di Kampungku walaupun udah usia lanjut masih eksis. Karena mungkin tanpa sarapan sego pecelmu mungkin aku ga bakalan bisa pinter kayak sekarang (halah ngacooo).
 
;